PEMBACA

Jumat, 31 Mei 2019

BIOGRAFI SAHABAT RASULULLAH SAW


MEMPELAJARI BIOGRAFI SAHABAT NABI SAW
(40. ABDURRAHMAN BIN AUF)


Judul: Biografi 60 sahabat Nabi
Penulis: Kahlid Muhammad Khalid
Penerbit : Ummul Qura
Tahun terbit : 2012
Jumlah halaman: vii + 605 hlmn
ISBN : 978-602-98968-8-6











Satu diantara biografi 60 sahabat Nabi yang diuraikan dalam buku ini adalah Abdurrahman bin Auf. Sebelum menulisnya, saya berulangkali membacanya. Berdecak kagum dengan segala kehidupan para sahabat  Rasul. Begitu indahnya akhlak yang dimiliki para sahabat Rasul.

Pada biografi Abdurrahman bin Auf,  dituliskan kalimat ,” Apa yang Membuatmu Menangis, wahai Abu Muhammad?”

Mengenal Andurrahman bin Auf  bisa diibaratkan menemukan manusia ajaib yang sanggup menguasai watak dasar manusia dalam bidang perdagangan dan ibadah pada Allah SWT.
Diceritakan suatu hari, saat kota Madinah dalam suasana aman dan tenang, terlihat dari tempat ketinggian debu tebal mengepul di udara. 

Debu itu akan semakin tinggi bergumpal-gumpalhingga menutupi angkasa. Angin yang bertiup menyebabkan gumpalan debu dari pasir sahara yang lembut itu menghampiri pintu rumah penduduk Madina dan berhembus dengan kuatnya di jalan-jalan.

Ada yang menyangka badai pasir, tetapi dari balik tirai debu itu ada juga yang mendengar kabar tentang kedatangan khafilah dagang Abdurrahman bin Auf. Hingga Ummul Mu’minin Aisyah bertanya,:”Apakah yang terjadi di kota Madina?”
Ada yang menjawab,”kafilah Abdurrahman bin Auf baru datang dari Syam membawa barang dagangannya.”
“Jadi, mereka yang menyebabkan guncangan ini?” Tanya Ummul Mukminin.
“Benar, wahai Ummul Mukmini. Jumlahnya tujuh ratus kendaraan.”
Ummul Mukminin menggeleng-gelengkan kepalanya. Pandangannya menerawang jauh seolah mengingat peristiwa yang pernah dilihat atau ucapan yang pernah didengarnya.
Kemudian ia berkata,” Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak’.

Sebelum tali pengikat perniagaan yang dibawanya keMadinah dilepas, Abdurrahman  bin Auf melangkahkan kaki ke rumah Aisyah lalu berkata,” Engkau telah mengingatkanku pada suatu hadist yang tak pernah kulupakan. Maka saksikanlah bahwa kafilah ini dengan semua muatannya beserta kendaraan dan perlengkapannya, aku persembahkan di jalan Allah Azza Wa Jalla,” tambahnya. Seluruh muatan tujuh ratus kendaraan ini dibagikan kepada seluruh penduduk Madina dan sekitarnya sebagai perbuatan baik yang agung.

Hal ini, hanya satu dari sekian banyak biografi sahabat Rasulullah. Abdurrahman bin Auf, seorang saudagar sukses, lebih sukses dari kesuksesan yang pernah ada. Dia orang kaya dengan kekayaan yang melimpah ruah, tetapi memanfaatkan kekayaannya agar dirinya tidak tertinggal dari kafilah Iman dan pahala surga.

Bagaimana proses keislaman orang besar ini? Dia adalah salah seorang dari delapan orang yang lebih awal masuk Islam. Abu Bakar datang kepadanya menyampaikan Islam, termasuk kepada Utsman bin Affan, Az-Zubair bin Al-Awwam, Thalhah bin Ubaidullah, dan Sa’ad bin Abu Waqqash. Tidak ada persoalan yang tertutup bagi mereka, dan tidak ada keraguan yang menjadi penghalang, bahkan mereka segera pergi bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq menemui Rasul SAW untuk menyatakan baiat dan memikul bendera Islam.

Cepatnya masuk Islam menyebabkan dirinya harus mengalami penganiayaan dan penindasan dari kaum Quraisy. Ketika Nabi SAW memerintahkan para sahabat berhijrah ke Habasyah, Abdurrahman bin Auf juga ikut berhijrah.Ia kemudian kembali ke Mekkah lalu hijrah untuk kedua kalinya ke Habasyah, dilanjutkan ke Madinah. Ia juga ikut bertempur dalam perang Badar, Uhud, dan perang lainnya.

Perniagaan bagi Abdurrahman bin Auf bukan jenis perdagangan yang tercela maupun monopoli, bahkan ia sendiri bukanlah orang loba yang suka mengumpulkan harta agar menjadi orang kaya raya. Tujuannya berniaga sebagai amal dan kewajiban yang keberhasilannya akan menambahkan kedekatan jiwa pada Allah dan berkorban di jalanNya.

Faktor yang menambah kejayaan dan keberkahan dalam niaga yang dilakukannya adalah laba yang diperoleh bukan untuk Abdurrahman bin Auf sendiri, melainkan didalamnya terdapat bagian-bagian Allah yang ia penuhi dengan baik. Ia mempergunakan hartanya untuk memperkokoh hubungan kekeluargaan dan mengeratkan tali persaudaraan serta menyediakan perlengkapan yang diperlukan tentara Islam.

Keuntungan dalam perniagaan sangat besar hingga mencapai batas yang membuat dirinya sendiri takjub dan heran, hingga ia berkata, “ sungguh, aku melihat diriku ini seandainya mengangkat batu niscaya kutemukan emas dan perak di bawahnya.”
Tetapi sejak ia mendengar nasihat Rasullah yaitu, “ Wahai Ibnu Auf, engkau termasuk golongan orang kaya dan engkau akan masuk surge dengan merangkak. Karena itu pinjamkanlah kekayaan itu kepada Allah, agar Dia memudahkan langkamu.”  Ini, ia menyediakan bagi Allah pinjaman yang baik, Allah justru melipat gandakan kekayaannya hingga berlimpah. Pernah satu hari ia menjual tanah seharga 40 ribu dinar, kemudian uang itu dibagikan untuk semua keluarga dari Bani Zuhrah, untuk para istri Nabi dan kaum muslimin miskin.

Menjelang wafat ia mewasiatkan 50 ribu dinar untuk diinfaqkan di jalan Allah. Juga mewasiatkan memberi masing-masing 400 dinar untuk setiap orang yang ikut perang Badar dan masih hidup, hingga Utsman bin Affan juga mengambil bagian dari wasiat itu, meskipun termasuk orang kaya. Ia berkata,” Harta  Abdurrahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa keselamatan dan keberkahan.”

Ibnu Auf adalah seorang yang mengendalikan hartanya, bukan sebaliknya. Sebagai bukti ia tak mau celaka dengan mengumpulkannya dan tidak menyimpannya. Bahkan jika ia mengumpulkan, tetap dengan merendahkan hati dan dari jalan yang halal. Kemudian harta itu dinukmati bersama keluarga, kerabat, rekan atau masyarakat.

Hikmah yang dapat kita pelajari dari sahabat Rasul ini, yaitu:

1.      Raih kesuksesan dunia untuk akhirat
2.      Jangan bakhil dengan harta
3.      Menginfaqkan harta di jalan Allah sebagai sebaik-baik manusia.
4.      Mampu membentuk kepribadian yang zuhud.
5.      Seseorang yang kaya raya dalam Islam adalah seseorang yang mampu mengangkat dirinya di atas kekayaan dengan segala godaan dan penyesatan terhadap harta yang diusahakan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TRAUMA RECOVERY (Jejak Kaki Sang Ayah)

Saya pernah mengikuti zoom penulisan buku bisa best seller dari penulis kenamaan. Satu hal yang pernah disampaikan, buku beliau lahir dari k...